cool hit counter

PDM Kota Metro - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kota Metro
.: Home > Berita > PP Muhammadiyah Himbau Rektor UM Metro Ciptakan Kenyamanan Bekerja Di Lingkungan Kampus

Homepage

PP Muhammadiyah Himbau Rektor UM Metro Ciptakan Kenyamanan Bekerja Di Lingkungan Kampus

Rabu, 24-04-2019
Dibaca: 118

UM Metro – Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jogjakarta, Dr. H. Agung Danarto, M.Ag., turut hadir dalam acara pelantikan dan serah terima jabatan rektor Universitas Muhammadiyah Metro masa jabatan 2019-2023, di Aula gd. E kampus setempat, Rabu (24/4/2019).

Dalam forum ini beliau menyampaikan pidato yang cukup berkesan. Menurutnya kemajuan Universitas Muhammadiyah Metro tentunya akan dipengaruhi oleh suasana di lingkungan internal kampus. Sehingga beliau mendorong pejabat rektor baru harus segera membangun suasana yang demikian. Ketika kebersamaan sudah terjalin maka seluruh civitas akademika akan nyaman dan mendedikasikan seluruh potensinya untuk kemajuan UM Metro.
“Kalau semua civitas akademika merasa nyaman dengan kehidupan sehari-hari yang ada di kampus, insya Allah semuanya akan mengerahkan, mendedikasikan seluruh pengabdiannya untuk kemajuan UM Metro, sehingga suasana kebersamaan ini harus dikedepankan,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa untuk menciptakan suasana nyaman, tentunya sudah menjadi tugas pimpinan Universitas Muhammadiyah Metro. Apalagi mengingat para dosen dan karyawan sebelum masuk ke UM Metro memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Sehingga rektor berkewajiban untuk menerapkan sistem atau standar kaderisasi.

“Dosen dan karyawan sebelum masuk ke UM Metro latar belakangnya beda-beda, ada yang dari kecil memang kader tulen seperti Pak Rektor, ada yang baru kenal Muhammadiyah ketika baru masuk di sini,” ucapnya di hadapan ratusan tamu undangan yang hadir di Aula gedung E, UM Metro.

Standarisasi pengkaderan ini bukan tidak penting, menurutnya standar kaderisasi terhadap seluruh dosen dan karyawan akan memiliki fungsi sebagai penghapus adanya dikotomi antara kader dan bukan kader Muhammadiyah.

“Pak Rektor harus memproses semuanya, sehingga yang kader, yang kenal Muhammadiyahnya baru, setelah diproses sedemikian rupa sehingga menghasilkan standarisasi, karena dikotomi kader bukan kader itu akan menyeruak ketika menjelang pemilihan rektor ataupun dekan.”

Selain itu menurutnya, kalau di perguruan tinggi muncul dikotomi seperti itu bisa dipastikan proses pembinaan dosen dan karyawannya tidak berjalan dengan baik. Masalah kaderisasi merupakan susuatu hal yang perlu diprioritaskan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro.

Tak hanya sekedar menyarankan, di tengah-tengah pidatonya beliau juga memberi contoh kontrit perihal pengkaderisasian yang sudah berjalan dibeberapa perguruan tinggi. “Di perguruan tinggi yang lain itu setiap pagi Pak Rektor, Karyawan itu minimal seperempat jam tadarus Qur’an, itu bisa diterapkan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” sarannya.

Meski beliau menyadari bahwa pengkaderan seperti ini harusnya sudah selesai, namun pada kenyataannya memang belum selesai. Sehingg perlu strategi-strategi untuk terus membina seluh karyawan dan dosen. Namun yang terpenting menurutnya adalah bagaimana membuat kenyamanan bagi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Metro.

Kontributor : Eko Syahid (Eksekutif PDM Kota Metro) 


Tags:
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori:



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website